Poem

Sembuyi


Ku ingin berlari dan berlari
Tapi kini, tak bisa lagi

Angin pagi yang bertiup seolah menari
Kurasakan hanya dirumahku sendiri

Ibu pertiwi sedang di genit-in Covi
Saya pun diam dan bersembunyi

Dia begitu berani
Banyak jiwa yang dikianati, sampai mati

Sedih, dan nyerih hati ini

Kapan semua ini akan berakhir sunyi
Hanya Tuhan yang tau pasti

Ku ingin berterima-kasih
Masih ada hati yang terus berdiri, tanpa letih
Memerangin si covi ini, sampai dia mati dan sepi

Dari dalam hati ini
Untukmu, penjuang sejati

#Selamat Hari Puisi Nasional

Standard
Poem

Advice From A Tree


Stand tall and proud.
Sink your roots deeply into the earth.
Reflect the light of your own true nature.
Think long term.
Go out on a limb.
Remember your place among all living beings.

Embrace with joy the changing seasons.
For each yields its own abundance.
The Energy and birth of spring.
The Growth and contentment of summer.
The Wisdom to let go like leaves in the fall.
The Rest and quiet renewal of winter.

Feel the wind and the sun
and delight in their presence.
Look up at the moon that shines down upon you.
and the mystery of the stars at night.

Seek nourishment from food things in life.
Simple pleasures, Earth, Fresh air & Light
Be content with your natural beauty.

Drink plenty of water.
Let your limbs sway and dance in the breezes.
Be flexible.
Remember your roots.
Enjoy the view!

by Ilan Shamir

Standard
Poem

Whispering

When morning greets me with its brightness,
the sunny sun hitting on my face through the opened window,
the warm of the sun could not cover my feeling,
that i am badly missing you.

i need a hug, a long hug from you,
i want to see that sweet smile from you,
wish you would be here, right beside me,
and whispering to you dear,
I Love You, Jeen.”

Standard
Poem

ingin berlari jauh

seperti ingin berlari jauh ke pantai..
seperti ingin secepatnya sampai disana..
setiap langkah seakan terlalu dalam..
setiap langkah selalu terasa lebih berat..

sesak napas terasa, walau udara begitu segar disepanjang jalan..
tapi hanya angin dingin yang menusuk..
baju setebal apapun tak mampu menghangatkan..

ketika satu panah juga mulai lepas..
papan target menjadi lebih renta..
seberapa dalam tarikkan busurku sebelum?
apakah sama cepatnya?

aku ingin berteriak di pantai sana..
aku ingin secepatnya berada disana..
melepaskan semua pikiran hati..
tidak peduli apakah laut bisa mengerti..

lelah rasanya..
bukan saja kakiku, tapi juga isi pikiranku..
kadang… kegelisahan datang seenaknya saja..
tanpa memikirkan apakah itu adil..

Standard